pranoto mongso

Senin, 09 Agustus 2010

Budidaya Gurami dan Lele di Kolam Terpal





Bagi Anda yang mempunyai lahan kurang dapat menahan air alias porous, kolam terpal bisa menjadi solusi tepat untuk memelihara ikan.



Penggunaan kolam terpal dalam budidaya ikan memberikan beberapa keuntungan, yaitu gampang dikeringkan, dibersihkan, dan dipanen. Selain itu, gurami yang dihasilkan tidak berbau lumpur. Untuk pendederan kolam berukuran 4 m x 8 m dapat ditebar 5.000 benih gurami seukuran kuku. Dari jumlah itu, dipanen sekitar 4.000 bibit ukuran silet sebulan kemudian. Budidaya di kolam terpal jauh lebih murah ketimbang kolam semen. Ongkos pembuatan kolam semen berukuran 4 m x 8 m Rp5-juta, terpal hanya Rp600.000. Tahap pembesaran konsumsi dapat dilakukan juga di kolam terpal. Trubus mengajak Anda mempelajari bagaimana budidaya gurami di kolam terpal mulai dari membangun kolam persiapan penebaran, pemeliharaan hingga panen langsung dengan ahlinya.



Materi

* Mengapa kolam terpal?
* Memilih terpal berkualitas
* Membangun kolam terpal
* Memilih bibit siap tebar
* Menjaga kualitas air
* Pemeliharaan gurami dan lele di kolam terpal
* Panen

Biaya

* Member trubus-online.co.id Rp1.100.000/orang
* Umum Rp1.200.000/orang

Termasuk materi pelatihan, snack dan makan siang, transpor kunjungan ke farm

ALTERNATIF & HERBAL PADA TANAMAN



MACAM – MACAM PESTISIDA NABATI/ALAMI DAN CARA PEMBUATANNYA

keadaan ekonomi yang semakin sulit di Indonesia saat ini menyebabkan pengaruh yang nyata di seluruh nusantara, tak luput juga di sektor pertanian yang menyebabkan para petani harus jeli dan sedikit kreatif memutar otaknya untuk dapat mewujudkan hasil yang maksimal dengan pengeluaran yang seminimal mungkin. dari segi biaya produksi akan meningkat disebabkan kenaikan harga - harga saprodi dengan tidak diiringi kenaikan harga hasil produk pertanian. untuk mengantisipasi hal tersebut maka dicarilah alternatif - alternatif mulai dari pembuatan pupuk, pestisida, dan alat - alat lain untuk meminimalisasi biaya pengeluaran.

" ALTERNATIF, HERBAL, ORGANIK BUKAN HANYA UNTUK MANUSIA, TETAPI UNTUK TANAMAN, HEWAN, IKAN PUN JUGA DEMIKIAN, DAN BERAWAL DARI PERILAKU SEHAT TERSEBUT AKAN BERDAMPAK JANGKA PANJANG BAGI KEHIDUPAN KITA ".

Dari beberapa materi yang telah di aplikasikan oleh petani di KECAMATAN PARAKAN, saya akan menambahkan tentang macam-macam pestisida nabati/alami yang dapat dipilih dan dipakai oleh para petani untuk menanggulangi pengendalian hama penyakit tanamannya. Disini tergantung dengan sumber bahan dasar yang ada di wilayah masing-masing sehingga akan lebih mudah dan biaya pembuatannya pun semakin murah.

Macam – macam Pestisida Nabati/Alami

1. Pestisida Nabati “Daun Pepaya”

Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan “ulat dan hama penghisap”.

Cara Pembuatannya:

- 1 kg daun pepaya segar di rajang

- Hasil rajangan di rendam dalam 10 liter air, 2 sendok makan minyak tanah, 30 gr detergen, diamkan semalam.

- Saring larutan hasil perendaman dengan kain halus.

- Semprotkan larutan hasil saringan ke tanaman.

2. Pestisida Nabati “Biji Jarak”

Biji Jarak mengandung “Reisin dan Alkaloit” , efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap (dalam bentuk larutan ), Juga efektif untuk mengendalikan nematoda/cacing (dalam bentuk serbuk).

Cara Pembuatannya:

- Tumbuk 1 biji jarak dan panaskan selama 10 menit dalam air 2 liter, tambahkan 2 sendok makan minyak tanah dan 50 gr deterjen lalu diaduk.

- Saring larutan hasil perendaman, tambahkan air kembali 10 liter.

- Siap dipergunakan dengan cara di semprot kan ke tanaman.

3. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak “

Daun sirsak mengandung bahan aktif “Annonain dan Resin “. Efektif untuk mengendalikan hama ” Trip “

Cara Pembuatan :

- Tumbuk halus 50 – 100 lembar daun sirsak.

- Rendam dalam 5 liter air, + 15 gr detergen, aduk rata dan diamkan semalam.

- Saring dengan kain halus

- Dicairkan kembali 1 liter larutan pestisida dengan 10 – 15 liter air

- Siap disemprotkan ke tanaman.

4. Pestisida Nabati ” Daun Sirsak dan Jeringau “

Rimpang jeringau mengandung ” Arosone, Kalomenol, Kalomen, Kalomeone, Metil eugenol, Eugenol “.

Efektif untuk mengendalikan ” hama wereng coklat “.

Cara Pembuatan:

- Tumbuk halus segenggam daun sirsak , segenggam rimpang jeringau, 20 siung bawang putih.

- Rendam dalam air sebanyak 20 liter, di + 20 gr sabun colek, aduk rata dan di biarkan semalam.

- Saring dengan kain halus.

- Encer kan 1liter pestisida dengan 50 -60 liter air

- siap di semprotkan ke tanaman.

5. Pestisida Nabati ” Pacar Cina “

Pacar Cina mengandung minyak atsiri, alkaloid, saponin, flavonoin, dan tanin. Efektif untuk mengendalikan ” Hama ulat “.

Cara Pembuatan:

- Tumbuk 50 -100 gr ranting atau kulit batang pacar cina, tambah 1 liter air, tambah 1 gr detergen kemudian direbus selama 45-75 menit dan diaduk agar menjadi larutan.

- saring dengan kain halus.

- siap disemprotkan ke tanaman.

6. Pestisida Nabati ” Rendaman Daun Tembakau “

Daun tembakau mengandung nikotin. Efektif untuk mengendalikan hama penghisap.

Cara Pembuatan :

- Rajang 250 gr ( sekitar 4 daun ) tembakau dan direndam dalam 8 liter air selama semalam.

- Tambahkan 2 sendok detergen, aduk merata kemudian disaring.

- Siap disemprotkan ke tanaman.

7. Pestisida Nabati ” Daun Sirih Hutan “

Daun sirih hutan mengandung ” fenol dan kavokol “. Efektif untuk hama penghisap.

Cara Pembuatan:

- Tumbuk halus 1 kg daun sirih hutan segar, 3 siung bawang merah, 5 batang serai.

- Tambahkan air 8 – 10 liter air, 50 gr deterjen dan diaduk rata.

- Saring dengan kain halus

- Siap disemprotkan ke tanaman.

8. Pestisida Nabati ” Umbi Gadung “

Umbi gadung mengandung diosgenin, steroid saponin, alkohol dan fenol. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.

Cara Pembuatan :

- Tumbuk halus 500 gr umbi gadung dan peras dengan batuan katong kain halus.

- Tambahkan 10 liter air , aduk rata dan siap di semprotkan ke tanaman.

9. Pestisida Nabati ” Daun Mimba “

Daun mimba mengandung Azadirachtin, salanin, nimbinen dan meliantriol. Efektif mengendalikan ulat, hama penghisap, jamur, bakteri, nematoda dll.

Cara pembuatan

a. Dengan ” Biji Mimba “

- Tumbuk halus 200 -300 gr biji mimba

- rendam dalam 10 liter air semalam

- Aduk rata dan saring, siap disemprotkan ketanaman.

b. Dengan ” Daun Mimba “

- Tumbuk halus 1 kg daun mimba kering bisa juga dengan daun segar.

- Rendam dalam 10 liter air semalam, aduk rata , saring dan siap untuk disemprotkan ke tanaman.

c. Untuk mengendalikan ” nematoda puru akar ” pada tanaman tembakau lakukan 15 -30 gr daun mimba kering atau 5 -10 gr biji mimba ditumbuk halus, kemudian diberikan untuk setiap lubang tanaman tembakau.

d. Untuk mengendalikan ” Jamur Fusarium dan Sclerotium “. sebanyak 2 -6 gr biji mimba ditumbuk lalu rendam selama 3 hari dengan air 1 liter. Lalu disaring dan siap di semprotkan ke tanaman.

10. Pestisida Nabati ” Srikaya dan Nona Seberang “

Srikaya dan nona seberang mengandung annonain dan resin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap.

Cara Pembuatan

- Tumbuk hingga halus 15 -25 gr biji srikaya/nona seberang

- Rendam dalam 1 liter air, 1gr deterjen , aduk rata dan biarkan 1 malam, kemudian saring dan siap disemprotkan ketanaman.

11. Pestisida Nabati “ Daun Gamal “

Daun gamal mengandung Tanin. Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap. Daun gamal bila ditambah dengan minyak tanah dan detergen akan dapat dipakai sebagai insektisida. Penggunaan nya harus hati2 karena dengan adanya minyak tanah mengakibatkan tanaman terbakar dan bau bila mendekati panen.

12. Pestisida Nabati ” Daun Mimba dan Umbi Gadung “.

Efektif untuk mengendalikan ulat dan hama penghisap.

Cara Pembuatan

- Tumbuk halus 1kg daun mimba dan 2 buah umbi gadung racun, ditambah 20 liter air, 10 gr detergen dan aduk rata kemudian diamkan semalam, saring dan siap untuk di semprotkan ke tanaman.

13. Pestisida Nabati “Serbuk Bunga Piretrum “

Serbuk bunga piretrum mengandung bahan “Piretrin “. Efektif untuk mengendalikan ulat.

Cara Pembuatan

- Rendan serbuk bunga piretrum sebanyak 25 gr dalam 10 liter air

- tambah 10 gr detergen, aduk rata dan biarkan semalam kemudian disaring dan siap disemprotkan ke tanaman.

Nah selamat mencoba …… !!! semoga bermanfaat …….!!!

Sumber : – Sinar Tani no: 3281

Kamis, 05 Agustus 2010

Kegalauan Penyuluh Menghadapi Masa Depan yang Otentik




Kegalauan Penyuluh Menghadapi Masa Depan yang Otentik

Oleh: Mulyono Machmur - Ketua Umum DPP PERHIPTANI
Setelah empat tahun lahirnya UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Peyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, timbul segudang tanda tanya, kapankah cita-cita luhur yang tersirat dan tersurat di UU tersebut dapat diwujudkan di Republik tercinta ini?

Di tahun 2005 ada secercah harapan besar ketika mulai digulirkannya niat tulus dari para penggagas lahirnya UU tersebut baik di kalangan eksekutif, legislatif; para pakar dan praktisi penyuluhan dengan bahu-membahu mendorong dan menfasilitasi "sang jabang bayi" UU sistem penyuluhan lahir.

Tidak lebih dari satu tahun terjadilah peristiwa sejarah penyuluhan yang belum pernah terjadi bahkan terbayangpun tidak "para politisi di Senayan" melakukan sidang pleno membahas RUU penyuluhan. Gegap gempita para penyuluh dan petani menyongsong lahirnya "sang jabang bayi" UU Penyuluhan yang distempel Nomor 16 Tahun 2006.

Kenapa para penyuluh dan petani begitu antusias menyongsong lahirnya UU tersebut? Bagi para penyuluh UU tersebut menjanjikan secercah harapan baru adanya kepastian masa depan, kehidupan mereka tidak akan terombang-ambing oleh kebijakan yang selalu berubah-ubah. Bagi petani Indonesia sangat "tersanjung" yang semula sebagai obyek pembangunan akan dijadikan sebagai subyek pembangunan. Petani merasa "di uwongke", jati diri petani terangkat, itulah hakekat kebutuhan yang paling mendasar yang dirasakan oleh petani Indonesia.

Sering terdengar celoteh dari petani mengutip isi Kitab Suci "bahwa ketika Nabi Adam dilahirkan di muka bumi", perintah Allah SWT yang pertama yaitu semua Malaikat harus sujud - dan Malaikatpun sujud kecuali iblis/setan yang akhirnya ditetapkan sebagai penghuni neraka. Secara harpiah ma'nanya yaitu apabila kita semua tidak meng-uwongke petani sama dengan makhluk Tuhan penghuni neraka jahanam.

Kembali ke pokok bahasan UU No. 16 di dalam prembulnya menyebutkan bahwa penyuluhan dilaksanakan dalam rangka mencerdaskan kehidupan petani, merupakan kewajiban pemerintah dan merupakan hak bagi para petani.

Di dalam implementasinya bahwa penyuluhan harus didasarkan atas kebutuhan petani, bukan mengikuti keinginan penyuluh pertanian. Penyuluhan harus mengarah pada terciptanya kemandirian petani; dan penyuluhan harus mengacu kepada perbaikan kualitas hidup atau kesejahteraan petani.
sumber : sinartani agustus

Kamis, 29 Juli 2010

Munas II THL-TBPP 2010 Makassar 2



Makassar-- Tenaga Harian Lepas ini yang telah dibentuk oleh pemerintah pusat kini membentuk salah satu organisasi besar yang berjumlah 52.530 orang sehingga hubungan pada THL ini membentuk suatu organisasi besar berskala nasional.


Organisasi THL tenbentuk secara solidaritas yang memiliki harkat dan martabat yang sama dalam melakukan tugas danfungsinya terhadap masyarakat petani indonesia,dalam menyongsong peningkatan SDM para petani sehingga menciptakan kwalitas tani yang cukup baik.

Hal ini dijelaskan Ketua Pelaksana Musyawarah Nasional(MUNAS) Dedy Alfian yang didampingi Alidin Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Serta Abl.Gafar Koordinator Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Kota Makassar.Saat melakukan Press Conpress di Warkop Dg.Sija Panakukang, Senin (26/7).

"Perlu diketahui bahwa penyuluh pertanian PNS berjumlah 27.922 orang ditambah Tenaga Harian Lepas(THL) Tenaga Bantu penyuluh pertanian(THL-TBPP) yang berjumlah 24.608 orang sehingga jumlah
penyuluh pertaniaan yang ada saat ini sebanyak 52.530 orang," ucapnya.

Berdasarkan data Departemen Dalam Negeri(DEPDAGRI),Tahun 2009 terdapat 74.683 desa dan kelurahan diseluruh Indonesia.Bila dikaitkan dengan program satu desa satu penyuluh maka Indonesia masih kekurangan 22.153 orang penyuluh pertanian.

Dikatakan bahwa dalam Munas yang akan diselenggarakan nantinya berbagai kegiatan yang akan dilakukan,dan Munas juga ini akan dihadiri oleh Menteri Pentanian,Anggota DPR RI,serta para pejabat pada berbagai Provinsi dan daerah Sulsel pada Khususnya dan Pejabat Provinsi diluar Provinsi Sulsel.

Ditempat yang sama Ketua Forum Komunikas Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Dedy Alfian mengakui Kondisi tersebut maka dibutuhkan kesepakatan dari berbagai pihak bahwa Negara memiliki kewajiban meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga pemerintah perlu meningkatkan kapasitas dan kualitas serta menambah jumlah penyuluh pertanian.

Lebih jauh Dedi menerankan, pada titik inlah THL dan TBPP seluruh Indonesia Melaksanakan MUNAS Yang kedua II ditahun 2010 yang dilaksanakan di Makassar dengan harapan
1.Terwujudnya organisasi FK THL-TBPP Nasional yang kuat danampu menjadi wadah bersama THL-TBPP seluruh Indonesia mencapai tujuan.
2.Memberikan dorongan pemerintah untuk mempercepat terbitnya payung hukum sebagai landasan pengangkatan THL-TBPP menjadi CPNS penyuluh pertanian.
3.Memberikan masukan bagi pemerintah agar pengelolaan tenaga penyuluh pertanian kembali dilakukan secara terpusat agar penyuluh pertanian tidak lagi dialihkan kesektor lain diluar tugas pokok dan fungsinya seperti yang terjadi selama ini.
4.Mendorong pemerintah agar meningkatkan anggaran penyuluhan pertanian yang dapat di alokasikan dari 20 persen dana pendidikan nasional karena kegiatan penyuluhan pertanian merupakan pendidikan non formal.
5.Mendorong pemerintah daerah agar segera membentuk kelembagaan penyuluhan pertanian didaerahnya sesuai amanat Undang-undang No.16 tentang sistem penyuluhan pertanian,perikanan dan kehutanan Tahun 2006.

Organisasi THL-TBPP dalam munas ini pihaknya sangat berharap agar dapat menyatukan persepsi pihak-pihak yang terkait baik dari DPR RI,Kementerian,agar segerah mengambil langkah-langkah konkrit bagi terbitnya peraturan pemerintah sebagai dasr hukum bagi peningkatan status THL-TBPP menjadi PNS agar proses regenerasi penyuluh pertanian dapat diwujudkan.

Dalam Munas ini berperan sebagai moderator Ir.Mulyono Machhmur,MS Ketua Umum PERHITANI Pusat.

"THL-TBPP Sulawesi selatan merupakan perwakilan provinsi sulawesi selatan sebagai perwakilan Indonesia,Munas yang diselenggarakan dimakassar ini adalah Munas yang kedua dan yang pertama diselenggarakan di Jogyakarta," tambah Dedy Alfian Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP
http://indotim-news.com/isi_berita.php?&id=7795&ids=Nasional