pranoto mongso

Senin, 05 November 2012

gelar agribisnis & festival budaya

Minggu, 4 Nopember 2012
Telah dibuktikan bahwa selama ini berbagai macam produk pertanian menjadi produk berilai ekonomi yang tinggi, hal ini dikarenakan banyaknya aneka macam produk baik bahan baku mentah, setengah jadi maupun produk jadi yang langsung dapat dinikmati oleh konsumen. Pada event Gelar Agribisnis tingkat Kabupaten Temanggung ini diikuti dari beberapa kecamatan Pelaksana P3TIP / FEATI antara lain Kecamatan Parakan, Kecamatan Kledung, Kecamatan Bulu, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Temanggung, dan Kecamatan Candiroto yang masing - masing membuka Stand pameran. Ada Juga Stand Bapeluh Kabupaten Temanggung yang menampilkan berbagai macam teknologi pertanian. Dari Stand Balai Penyuluhan Bambu Runcing Kecamatan Parakan di usung berbagai macam produk unggulan dan teknologi yang telah diterapkan di kelompok - kelompok tani, Kelompok Wanita tani, Kelompok usaha Bersama, P4S, LDPM dan UP FMA Se Kecamatan Parakan. Pada pameran ini antara lain di bawa produk olahan hasil yaitu 1. Criping telo, 2. Tempe Kripik, 3. Peyek Kacang, 4. Kripik Bayam, 5. Kerupuk Ketan, 6. Kerupuk Gendar gandum, 7. Cripingpisang, 8. Stick Talas, 9. Rengginang ketan, 10. Onde - onde ketela, 11. Nasi Jagung 12. Beras hitam, 13. Beras Merah, 14. Keripik Nila, 15. Keripik kulit lele, 16. Abon lele, 17. Kerupuk tahu, 18. Nasi Hitam, 19. Ayam panggang, 20. Telur Bebek Segar, 21. Cabai merah & Hijau Segar, 22. Waluh / labu, 23. Brondong jali, lupis, 24. Pipies Kopyor 25. Tahu kuning, 26. Teknologi budidaya domba secara intensif Dengan di tampilkannya berbagai produk dari UP FMA se kecamatan parakan, maka akan menjadi salah satu upaya promo dan memperkenalkan bermacam-macam potensi lokal yang sebenarnya bila dikelola secara manajemen yang baik akan menghasilkan nilai jual yang akan memberi dampak meningkatkan ekonomi masyarakat. (mzt14n).

Rabu, 12 September 2012

about Mr. Tom Cat

Tom Cat ini Sebenarnya Menguntungkan Petani, karena Memangsa Serangga Hama
Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap hati-hati agar tidak terkena oleh racun yang dikeluarkan kumbang kecil yang sering disebut Tom Cat. Tom Cat ini mempunyai cairan yang mengandung toksin/racun Piderin untuk melindungi diri. Bila kita dihinggapi Tom Cat, tidak usah panik dan usahakan jangan ditepuk tetapi usirlah dengan cara meniup atau menghalaunya. Bila ternyata Tom Cat sudah terlanjur ditepuk, segeralah dicuci dengan air sabun agar dampak dari cairan yang mengandung racun tersebut dapat diminimalisir. Binatang sejenis kumbang ini sudah ada di sekitar kita sejak lama (bukan serangga baru) dan tidak mematikan. Tom Cat yang mempunyai nama latin Paederus fuscipes ini berbentuk kumbang kecil termasuk Ordo Coleoptera. Menyukai hidup pada daun-daun yang lapuk. Kumbang kecil ini tidak menggigit atau menyengat, namun apabila diganggu akan mengeluarkan racun yang disebut pederin yang menimbulkan iritasi serius pada kulit, sehingga kulit terlihat seperti terbakar dan berlangusng sekitar satu minggu bahkan lebih. Dalam penjelasannya Dr. Haryono yang didampingi para peneliti bidang Entomologi Badan Litbang Pertanian mengatakan, sebenarnya kumbang kecil ini temasuk predator yang memangsa serangga hama, sehingga dalam konteks pertanian menguntungkan bagi petani karena turut menjaga dan menekan populasi hama. Serangga ini menyukai cahaya, oleh karena itu ketika malam hari dia akan pindah ke rumah yang terang dan masuk. Ledakan populasi biasanya terjadi diakhir musim hujan dan akan menurun ketika musim kemarau. Tindakan pertolongan pertama adalah dengan mencuci daerah terkontaminasi serangga dengan air sabun untuk menghilangkan racun pederin yang dikeluarkan oleh serangga, namun apabila sakit terus berlanjut segera pergi ke dokter. Racun pederin tidak menular atau menyebar ke bagian lain (bersifat iritasi kulit lokal) dan tidak akan sampai mematikan seperti diberitakan di media TV bahwa racunnya 12 kali racun ular. Namun, apabila tidak ditangani dengan baik, misal karena gatal lalu digaruk dengan tangan kotor, sehingga timbul serangan sekunder berupa bakteri atau jamur atau mungkin virus, maka hal inilah yang mengakibatkan dampaknya akan meluas. (mzt14n)

Senin, 30 April 2012

STUDY BANDING DARI BAPELUH KAB KARANG ANYAR JATENG

RABU, 25 APRIL 2012
Balai Penyuluhan Bambu Runcing Kecamatan parakan ternyata telah dikenal sampai Kabupaten lain, bahkan propinsi lain , karena itu pernah dikunjungi dari Propinsi Lampung, Propinsi Banten, Propinsi Jawa Barat, dan Kemarin di Kunjungi tamu dari BAPELUH Kabupaten Karang Anyar. Dalam kunjungannya secara langsung oleh Kepala Bapeluh, dan staf Bapeluh serta diikuti dari perwakilan BPP Kecamatan Karang pandan ssejumlah 7 orang. Dengan melihat secara langsung dan diskusi mengenai keberadaan Balai Penyuluhan ini maka akan mendapatkan berbagai masukan untuk kemajuan dari BPP yang ada disana. dalam diskusi dibahas mengenai berbagai Kegiatan yang telah dilakukan di Balai Penyuluhan Bambu Runcing Kecamatan Parakan dan segala fasilitas yang ada di BPP, kegiatan yang telah di laksanakan antara lain Berbagai macam demplot yang ada di BPP yaitu demplot tanaman padi, sayuran antara lain kobis, brokoli, cabai, dan tembakau, demplot ternak domba dan ayam kampung, pembuatan pupuk bokashi, kolam ikan dan perpustakaan multimedia, berbagai kegiatan pameran produk unggulan KWT, yang ada di Balai Penyuluhan Bambu Runcing Kecamatan Parakan. Mengingat Bpp di parakan adalah BPP pertama Kali yang ada di Temanggung, maka keberadaanya merupakan cikal bakal BPP yang lain, karena masih terdapat gedung bangunan asli dari jaman Belanda yang dulunya BPMD. Dan dalam Kegiatannya Di BPP pernah dihadiri oleh Kapusluh, Kapusdatin, Kepala Bakorluh dan Pejabat - pejabat Pemerintahan yang ada. (mzt14n)

PERTEMUAN RUTIN KTNA KECAMATAN PARAKAN DIHADIRI OLEH WAKIL BUPATI

SELASA, 24 APRIL 2012
Bertempat di Desa Traji Kecamatan Parakan, tepatnya di Balai Desa tempat dilaksanakanya pertemuan rutin Kontak Tani Nelayan Andalan se Kecamatan Parakan, Dalam Pertemuan ini dihadiri sekitar 60 orang peserta yang terdiri dari Pengurus KTNA, Anggota KTNA, Gapoktan , Forum Wanita Tani, KWT, dan Kelompok tani Se Kecaatan Parakan. Suasana ramai mulai pukul 13.00 Wib karena para peserta mulai menempati kursi undangan, dan dengan diikuti mengisi daftar hadir pertemuan. Sedangkan para penerima tamu pun mulai merasa sibuk dengan datangnya undangan dari berbagai pihak. Dalam pertemuan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Temanggung, Kepala Bapeluh, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Kepala Dintanbunhut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Camat Parakan dan Rombongan Wabup. Acara pertama dimulai dengan dibukanya pertemuan oleh pembawa acara yang menghaturkan susunan acara yang akan dilaksanakan pada pertemuan KTNA ini. Selanjutnya Acara dimulai dengan sambutan - sambutan dari Ketua KTNA yaitu sdr. Rizani, SH yang dalam sambutannya menerangkan bahwa kegiatan KTNA di Kecamatan Parakan selama ini sangat padat srhingga dalam kedepannya dapat lebih di fasilitasi oleh pemerintah Kabupaten. Dalam sambutanini Ketua KTNA mengungkapkan bahwa Semua pebgurus diharap keaktifannya dalam mendukung program - program pertanian yang ada, sehingga dapat disampaikan kepada seluruh masyarakat ataupun kelompok tani di Desa masing - masing sehingga dapat merasakan manafaatnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam pidato dari Pejabat -pejabat yang hadir, antara lain Bapak Wakil Bupati secara langsung memberikan pengarahan untuk pengurus harus tetap semangat dalam menjalankan organisasi segala organisasi dan tentunya dengan niat ibadah maka semuanya akan berjalan dengan lancar. Selanjutnya sambutan oleh Kepala Bapeluh yang menyampaikan bahwa setiap program yang berkaitan dengan sektor pertanian akan diutamakan, terutama mengenai pemberdayaan masyarakat tani/ kelompok tani. dan untuk mendukung itu semua maka peran penyuluh dilapangan sangat diperlukan dalam pendampingan teknologi yang akan disampaikan kepada kelompok tani yang ada. Dengan adanya pertemuan ini akan diperoleh suatu solusi atau pemecahan masalah yang ada, seperti disampaikan oleh perwakilan pengurus Dari Forum wanita tani, bahwa kalau bisa dilaksanakan pertemuan rutin KTNA setiap bulannya sehingga akan lebih intensif dan mempercepat alih informasi dan teknologi ke tingkat petani, mengingat KTNA adalah perwakilan / aktivis yang telah mempunyai keahlian dibidang masing - masing.setelah acara berlangsung selama 2 jam maka ditutuplah seluruh rangkaian kegiatan pertemuan rutin tersebut. (mzt14n)