pranoto mongso

Senin, 01 April 2013

berbagai kegiatan fasilitasi balai penyuluhan

Demfarm padi seluas 4,5 Hektar di Desa Caturanom, Traji, dan Mandisari. demplot Budidaya tanaman cabai secara intensif semi organik di lahan BP Parakan seluas 0,3 Hektar Demplot percontohan Budidaya Domba di Kandang percontohan Sebanyak 10 Ekor Penggemukan dan 5 Ekor Pembibitan Dari awal pelaksanaan selalu diadakan pendampingan antara lain pertemuan rutin, hingga pengubinan panenan. (mzt14n)

RAT 2012 GAPOKTAN DI KECAMATAN PARAKAN

Rapat Anggota Tahunan Gapoktan DiKecamatan Parakan tahun 2012 telah selesai dilaksanakan di bulan Januari semua, untuk mencerminkan kemajuan gapoktan yang baik secara manajemen organisasi maka untuk pelaksanaan tutup buku tahun 2012 disusun dalam Laporan Pengurus di tiap - tiap Gapoktan di Desa yang ada. Dalam RAT Tahun 2012 aset yang dimiliki gapoktan berkembang pesat terutama modal PUAP awalnya 100 juta telah berkembang. Gapoktan yang melaksanakan RAT akan dinilai dari keberhasilannya mengelola berbagai program - program yan telah disalurkan ke kelompok - kelompok tani yang ada, untuk aset Puap yang berkembang yaitu dari : 1. Gapoktan Tani Maju Kelurahan Parakan Wetan, 2. Gapoktan Margo Makmur DESA Sunggingsari,LKMA Sungging Jaya, 3. Gapoktan Sari Tani, Desa Watukumpul,LKMA Sinar Sari 4. Gapoktan Srimekar, Desa Glapansari, LKMA Tani Mandiri, 5. Gapoktan Subur Makmur Desa Traji, 6. Gapoktan Sumber Rejeki Desa Caturanom, LKMA Surya Tani, 7. Gapoktan Sumber Rejeki Desa Bagusan, 8. Gapoktan Damai Desa Depokharjo, 9. Gapoktan Adil Makmur Sejahtera Desa Campursalam, LKMA Gangsar 10. Gapoktan Tridadi Desa Nglondong, 11. Gapoktan Harapan Jaya Desa Mandisari,LKMA Dadi Jaya 12. Gapoktan Kitri Desa Ringinanom, sedangkan untuk Gapoktan yang baru mendapat PUAP tahun 2012 ini : 1. Gapoktan Prk Kaum Agri Kelurahan Parakan Kauman, LKMA Bambu Runcing 2. Gapoktan Unggul, Desa Wanutengah Untuk Gapoktan yang mendapat PUAP tahun 2013 yaitu : 1. Gapoktan Roso Mulyo, Desa tegalroso , LKMA Sari Roso. 2. Gapoktan Sumber Makmur Desa Dangkel , LKMA Subur Makmur. (mzt14n)

Senin, 05 November 2012

gelar agribisnis & festival budaya

Minggu, 4 Nopember 2012
Telah dibuktikan bahwa selama ini berbagai macam produk pertanian menjadi produk berilai ekonomi yang tinggi, hal ini dikarenakan banyaknya aneka macam produk baik bahan baku mentah, setengah jadi maupun produk jadi yang langsung dapat dinikmati oleh konsumen. Pada event Gelar Agribisnis tingkat Kabupaten Temanggung ini diikuti dari beberapa kecamatan Pelaksana P3TIP / FEATI antara lain Kecamatan Parakan, Kecamatan Kledung, Kecamatan Bulu, Kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Temanggung, dan Kecamatan Candiroto yang masing - masing membuka Stand pameran. Ada Juga Stand Bapeluh Kabupaten Temanggung yang menampilkan berbagai macam teknologi pertanian. Dari Stand Balai Penyuluhan Bambu Runcing Kecamatan Parakan di usung berbagai macam produk unggulan dan teknologi yang telah diterapkan di kelompok - kelompok tani, Kelompok Wanita tani, Kelompok usaha Bersama, P4S, LDPM dan UP FMA Se Kecamatan Parakan. Pada pameran ini antara lain di bawa produk olahan hasil yaitu 1. Criping telo, 2. Tempe Kripik, 3. Peyek Kacang, 4. Kripik Bayam, 5. Kerupuk Ketan, 6. Kerupuk Gendar gandum, 7. Cripingpisang, 8. Stick Talas, 9. Rengginang ketan, 10. Onde - onde ketela, 11. Nasi Jagung 12. Beras hitam, 13. Beras Merah, 14. Keripik Nila, 15. Keripik kulit lele, 16. Abon lele, 17. Kerupuk tahu, 18. Nasi Hitam, 19. Ayam panggang, 20. Telur Bebek Segar, 21. Cabai merah & Hijau Segar, 22. Waluh / labu, 23. Brondong jali, lupis, 24. Pipies Kopyor 25. Tahu kuning, 26. Teknologi budidaya domba secara intensif Dengan di tampilkannya berbagai produk dari UP FMA se kecamatan parakan, maka akan menjadi salah satu upaya promo dan memperkenalkan bermacam-macam potensi lokal yang sebenarnya bila dikelola secara manajemen yang baik akan menghasilkan nilai jual yang akan memberi dampak meningkatkan ekonomi masyarakat. (mzt14n).

Rabu, 12 September 2012

about Mr. Tom Cat

Tom Cat ini Sebenarnya Menguntungkan Petani, karena Memangsa Serangga Hama
Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap hati-hati agar tidak terkena oleh racun yang dikeluarkan kumbang kecil yang sering disebut Tom Cat. Tom Cat ini mempunyai cairan yang mengandung toksin/racun Piderin untuk melindungi diri. Bila kita dihinggapi Tom Cat, tidak usah panik dan usahakan jangan ditepuk tetapi usirlah dengan cara meniup atau menghalaunya. Bila ternyata Tom Cat sudah terlanjur ditepuk, segeralah dicuci dengan air sabun agar dampak dari cairan yang mengandung racun tersebut dapat diminimalisir. Binatang sejenis kumbang ini sudah ada di sekitar kita sejak lama (bukan serangga baru) dan tidak mematikan. Tom Cat yang mempunyai nama latin Paederus fuscipes ini berbentuk kumbang kecil termasuk Ordo Coleoptera. Menyukai hidup pada daun-daun yang lapuk. Kumbang kecil ini tidak menggigit atau menyengat, namun apabila diganggu akan mengeluarkan racun yang disebut pederin yang menimbulkan iritasi serius pada kulit, sehingga kulit terlihat seperti terbakar dan berlangusng sekitar satu minggu bahkan lebih. Dalam penjelasannya Dr. Haryono yang didampingi para peneliti bidang Entomologi Badan Litbang Pertanian mengatakan, sebenarnya kumbang kecil ini temasuk predator yang memangsa serangga hama, sehingga dalam konteks pertanian menguntungkan bagi petani karena turut menjaga dan menekan populasi hama. Serangga ini menyukai cahaya, oleh karena itu ketika malam hari dia akan pindah ke rumah yang terang dan masuk. Ledakan populasi biasanya terjadi diakhir musim hujan dan akan menurun ketika musim kemarau. Tindakan pertolongan pertama adalah dengan mencuci daerah terkontaminasi serangga dengan air sabun untuk menghilangkan racun pederin yang dikeluarkan oleh serangga, namun apabila sakit terus berlanjut segera pergi ke dokter. Racun pederin tidak menular atau menyebar ke bagian lain (bersifat iritasi kulit lokal) dan tidak akan sampai mematikan seperti diberitakan di media TV bahwa racunnya 12 kali racun ular. Namun, apabila tidak ditangani dengan baik, misal karena gatal lalu digaruk dengan tangan kotor, sehingga timbul serangan sekunder berupa bakteri atau jamur atau mungkin virus, maka hal inilah yang mengakibatkan dampaknya akan meluas. (mzt14n)