pranoto mongso

Selasa, 29 Juni 2010

SEMINAR PERHIPTANI KABUPATEN TEMANGGUNG


SEMINAR PERHIPTANI KABUPATEN TEMANGGUNG
"Membangun Penyuluhan menuju Temanggung bersatu, maju, dan sejahtera"
Tanggal 28 Juni 2010
Dihadiri oleh pejabat dan narasumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia:

Dalam seminar yang diadakan oleh perhiptani kabupaten Temanggung dibuka oleh Bapak Wakil Bupati Ir. BUDIARTO , MT pada hari senin tanggal 28 Juni 2010. Dalam pidato pembukaannya beliau menyampaikan beberapa hal antara lain :
“ Temanggung merupakan daerah mayoritas penduduknya adalah petani, dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan maka perlunya bimbingan oleh penyuluh, baik sektor pertanian, perikanan dan kehutanan. Kelembagaan penyuluhan di Temanggung merupakan penerapan undang – undang sehingga perlu dilanjutkan “
Adanya penyuluh merupakan salah satu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, karena pendidikan bagi masyarakat secara formal dapat di peroleh di sekolah – sekolah yang ada. Tetapi demi mencukupi kebutuhan belajar dan penyerapan ilmu serta teknologi khususnya untuk petani dan pelaku usaha tani maka perlu di lakukan pembimbingan oleh para penyuluh yang ada.

Acara Selanjutnya di buka oleh Bapak Wiyoto, SP sebagai moderator dan pengatur diskusi, pada kesempatan pertama diisi oleh narasumber bapak Ir. MULYONO MACHMUR, MS
( Ketua Perhiptani Pusat, Kepala Pusat Konsumsi dan. Keamanan Pangan Kementan RI)
yang menyampaikan beberapa hal penting diantaranya
“ Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Di Kabupaten Temanggung sudah sesuai undang - undang undang – undang no.16 tahun 2006, berdiri sendiri tanpa ditumpangi / digabung oleh institusi selain penyuluhan, Pentingnya Badan penyuluhan di Kabupaten Temanggung merupakan contoh untuk Kabupaten yang lain yang ada Di Indonesia. Bahwa sesungguhnya kelembagaan penyuluhan yang telah susah payah dibentuk di masing – masing Kabupaten supaya difungsikan dengan sebaik – baiknya.
Kementerian Pertanian RI akan melakukan seritfikasi bagi penyuluh dalam waktu dekat, sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dalam pelakukan pembinaan petani.
Adanya undang – undang no.16 tahun 2006 sebagai dasar adanya pemenuhan satu desa satu penyuluh, untuk itu dibutuhkan rekruitmen penyuluh yang lebih banyak dari alokasi KEMENPAN dan BKN serta BKD Di Pemda masing - masing , sehingga masih terbuka kesempatan bagi THL untuk mengikuti seleksi.

Pembicara berikutnya oleh bapak DR. IR. ADANG WARYA, MM ( SEKJEN PERHIPTANI , Bid. KELEMBAGAN KEMENTERIAN PERTANIAN RI, PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN THL ) dalam penyampaianya membahas tentang “ Keputusan menteri tentang THL TBPP angkatan 2007 tetap diperpanjang, walaupun tidak selama 10 bulan. Namun demikian pembayaran honor menunggu perubahan alokasi anggaran pusat dari PMD menjadi honor THL angkatan 1 2007 sedangkan untuk kelembagaan penyuluhan dapat ditingkatkan profesionalisme dari para penyuluh dahulu sehingga dalam memberi informasi kepada petani lebih cepat dan bermanfaat ”
“ Dari Kementerian pertanian telah disiapkan fasilitas antara lain, perlengkapan dinas/ lapangan bagi penyuluh, dan Cyber Extention yang akan didistribusikan kepada BP3K kecamatan untuk mendukung informasi dan teknologi dalam rangka peningkatan kualitas penyuluh “
Kepala SETBAKORLUH propinsi Jawa tengah Ir. SUKARNO, MP mengemukakan bahwa Bakorluh telah mengirim surat kepada Presiden mengenai keberadaan THL, senada dengan pak Mulyono bahwa Kelembagaan Penyuluhan di Temanggung sudah selayaknya diberi Apresiasi dari berbagai pihak karena sesuai amanat undang - undang.
Sebagai pembahas utama hadir Drs. Tunggul Purnomo ( DPRD Temanggung ) mengungkapkan “Adanya Kelembagaan Penyuluhan di Kabupaten Temanggung sebagai wadah para penyuluh, Tentang THL di PEMDA Temanggung dapat alokasi anggaran selama 2 bulan, Mohon Keberadaan THL dapat diperhatikan oleh Pusat karena dulunya diangkat oleh pusat ” paparnya.
Seminar Perhiptani Kabupaten Temanggung
lihat hasilnya di situs http://bp3kbamburuncingparakan.blogspot.com/
dihadiri oleh Dr. Ir. Adang Warya, MM , Ir. Mulyono Machmur, DPRD Kab. Temanggung, para penyuluh se jawa tengah, Bakorluh Jateng, Temanggung, Wonosobo, Magelang, Purworejo, Kebumen, Semarang dan sekitarnya.
demikian kira- kira yang dapat kami saring, kurang lebihnya mohon maaf(red)

Jumat, 25 Juni 2010

Jajar Legowo

Apa itu JARWO?????

Jarwo merupakan kependekan dari Jajar Legowo. Jarwo adalah suatu cara menanam padi dengan menggunakan sistem larikan yang bertujuan untuk menciptakan kondisi pertanaman padi seolah-olah menjadikan lebih banyak tanaman pinggir. Seperti kita ketahui, bahwa tanaman yang berada di bagian pinggir/tepi pematang biasanya menghasilkan produksi yang lebih banyak daripada tanaman yang berada di bagian tengah. Hal ini dikarenakan tanaman yang berada di bagian tepi lebih banyak mendapatkan cahaya matahari dan udara sehingga dengan tingginya intensitas cahaya yang diterima dan sirkulasi udara yang lancar maka jumlah anakan akan meningkat dan panjang malai bisa optimal.

Penanaman padi dengan sistem jajar legowo memiliki beberapa keuntungan, antara lain, 1) populasi tanaman lebih banyak sehingga berpeluang meningkatkan hasil; 2) memudahkan penyiangan gulma dan penyemprotan; dan 3) memudahkan pemberian pupuk ke dalam barisan tanaman. Menamam padi dengan sistem jajar legowo dapat meningkatkan produksi sebanyak 10-15%dari produksi biasanya.

Aplikasi penanaman sistem jajar legowo adalah dengan memberikan celah/jarak pada setiap beberapa barisan tanaman secara teratur. Sistem yang biasa digunakan oleh kebanyakan petani adalah sistem 2-1, 3-1, 4-1 ....... sampai 6-1. Sistem tanam 2-1 artinya pada setiap dua baris tanaman terdapat satu barisan yang kosong. Sistem tanam 3-1 artinya pada setiap tiga baris tanaman terdapat satu barisan yang kosong. begitu seterusnya. Setiap barisan yang kosong inilah yang dinamakan legowo. Penanaman pada barisan disebelah legowo, jarak tanamnya setengah dari jarak antar barisan sehingga jumlah tanaman pada baris yang berada di sebelah legowo jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang berada di barisan tengah.

Contoh penanaman jajar legowo :
Sistem 2-1





Untuk membuat agar larikan terlihat rapi dan lurus, maka dapat menggunakan penggaris jajar legowo yang dapat dibuat sendiri dengan menggunakan kayu seperti terlihat pada gambar berikut di bawah ini :

Cara menggunakan penggaris jajar legowo adalah dengan menarik garis dari timur ke barat dengan maksud agar larikan yang dibuat dapat memanjang arah timur-barat sesuai dengan waktu terbitnya matahari, sehingga pencahayaan dapat sempurna karena cahaya matahari dapat menembus setiap barisan legowo. Tanah sawah yang akan digaris sebaiknya dalam keadaan macak-macak setengah kering sehingga bekas garisan terlihat jelas dan memudahkan saat penanaman. Kelemahan dari penggunaan garisan ini antara lain, dibutuhkan tenaga tambahan khusus untuk menggaris terlebih dahulu sebelum penanaman. Tenaga ini biasanya menggunakan tenaga laki-laki karena proses penggarisan membutuhkan tenaga yang cukup besar.

Atau dapat pula dengan menggunakan tali yang diikatkan dari ujung ke ujung, yang masing-masing tali dengan jarak tertentu diberi simpul-simpul. Simpul ini berguna sebagai tanda tempat tanaman padi ditanam. Kelemahan dengan menggunakan tali adalah seringkali petani kurang sabar sehingga barisan yang dibuat menjadi tidak lurus. Namun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan tali adalah penanaman dapat dilakukan pada sawah yang digenangi air dan lebih hemat tenaga, karena saat menggaris dapat dilakukan bersama-sama dengan saat menanam.






Pemanfaatan Limbah Ternak





PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK

Limbah ternak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, tetapi bila dikelola dengan baik dapat mengurangi pencemaran, Selain menyehatkan lingkungan, keunggulan lain dari pupuk organik ini adalah dapat membantu revitalisasi produktivitas tanah, menekan biaya usaha tani, serta meningkatkan kualitas produk.
Salah satu pengolahan limbah ternak antara lain diolah sebagai BRS ( BAKTERI RUMEN SAPI ) yaitu sejenis bioaktivator untuk pengomposan yang hampir sama dengan EM4 atau sejenisnya. EM4 dapat anda beli di toko-toko pertanian. Atau anda dapat membuatnya sendiri, ini cara pembuatannya.

Bahan :
• Air 7 - 10 liter
• Bekatul halus 2 kg
• Tetes 1 liter
• Rumen sapi / domba 5 kg

Alat :
• Ember
• Pengaduk
• Panci pemasak air
• Botol penyimpan
• Saringan (dari kain atau kawat kasa)
• Plastik penutup
• Tali elastis ( karet ban )

Cara membuat :
• Panaskan air sumur sampai mendidih kemudian dinginkan.
• Kukus bekatul selama ½ jam kemudian dinginkan.
• Masukkan air dalam ember ditambah bekatul lalu aduk hingga rata kira – kira 10 menit.
• Masukkan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu),
• Masukkan rumen sapi dalam ember dan diaduk hingga campuran rata. Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 5 - 7 hari.
• Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
• Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
• Tanda – tanda campuran berhasil bila ada endapan putih / gumpalan.

Cara panen :
• Ambil bakteri indukan yang sudah mengendap sebanyak 5 liter selanjutnya dipisahkan dari ampasnya, kemudian masukkan botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.

( Fermentasi Urin Sapi )

Feronsa merupakan hasil pengolahan urin sapi sehingga dapat dipakai langsung untuk pupuk ataupun kompos. Dapat juga dipakai sebagai pestisida.
Alat yang dibutuhkan hampir sama dengan BRS,
Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah :
• Urine sapi 100 liter
• Tetes 5 liter
• BRS /EM4/ sejenisnya5 liter
• Bekatul halus 2 kg
• Kapur barus 1 kg
• Bumbu masak 1 kg
• Empon – empon 5 kg
• Susu murni 5 liter
• Pupus Daun resede 2 kg

Cara pembuatan :
• Empon – empon dihancurkan, kapur barus, dedaunan, dan bahan lain ditumbuk sampai halus.
• Seluruh Bahan – bahan tadi dicampur sampai rata dalam ember.
• Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung. Setelah 21 hari dibuka tanpa diaduk.
• Kemudian disaring dan masukkan dalam botol.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.
Cara penggunaan :
Penggunaan untuk pupuk cair dengan cara di semprot, dengan dosis ¼ gelas per tangki, apabila di kocor dilakukan dengan dosis ¼ gelas per 10-15 lt kemudian diambil 1 gelas pertanaman.

Selamat mencoba & Semoga Berhasil

===WDitut===




Mengantisipasi Fluktuasi Harga Sayuran

(HORTIKULTURA)
Oleh : Tim Kreatif BP3K Parakan


Salah satu faktor yang paling menghambat dalam pengembangan usaha hortikultura sayuran dan buah adalah fluktuasi harga yang sangat tinggi. Dalam era perdagangan bebas saat ini tentu kita tidak bisa mengontrol harga, karena harga ditentukan oleh jumlah permintaan dan penawaran.
Yang memprihatinkan adalah kita tidak bisa mengukur secara kuantitatif seberapa besar permintaan dan penawaran kebutuhan sayuran setiap saat. Disisi permintaan misalnya,. Kita tidak memiliki data yang akurat misalnya kebutuhan cabe per kapita secara nasional dan regional. Karena tentu konsumsi cabe per orang Padang berbeda dengan orang Jakarta. Konsumsi buah melon orang Jakarta (kota) tentu berbeda dengan orang desa. Belum lagi jika dikaitkan dengan waktu dan musim. Kita belum punya data yang akurat tentang konsumsi buah dimusim hujan dan musim kering.
Disisi penawaran, kita tidak punya data akurat up to date jumlah luas tanam dan luas panen per komoditi.Juga produktivitas rata-rata musim hujan dan kemarau, karena pengaruh cuaca sangat signifikan pada produktivitas sayuran.
1. Antisipasi Fluktuasi Harga
Identifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi permintaan dan penawaran
maka kita dapat mengantisipasi fluktuasi harga dan mengurangi resiko karena harga yang turun saat kita memanen hasil budidaya sayuran kita.

Berikut hal-hal yang bisa dilakukan petani dalam keterbatasan informasi permintaan dan penawaran ini:
2. Iklim dan cuaca
Sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman sayuran. Secara umum bercocok tanam dimusim hujan lebih sulit dilakukan karena serangan OPT Tinggi, sehingga hasilnya juga rendah. Maka kecenderungan harga sayuran akan naik.
3. Hari Raya dan Musim Resepsi Pernikahan
Khusus didaerah Jawa (mungkin daerah lain juga) hindari panen pada saat bulan Maulud. Karena pada saat itu acara-acara resepsi pernikahan berkurang.Hal ini dikarenakan pada saat musim resepsi pernikahan permintaan sayuran tinggi sehingga harga juga naik. Pada saat hari raya seperti bulan Ramadhan dan hari Raya Idul fitri , Tahun Baru dan Natal, kebutuhan sayuran meningkat sehingga harga sayuran juga meningkat.
4. Jangan tanam pas harga tinggi (kecenderungan akan banyak petani yang tanam pas harga tinggi)
Kecenderungan banyak petani adalah menanam pada saat harga tinggi. Karena tertarik dengan harga yang tinggi, maka banyak petani beramai-ramai ikut menanam. Padahal panennya masih 3-4 bulan lagi sehingga harga sudah berubah.
5. Konsultasi dengan toko pertanian tentang berapa benih yang terjual
Seringlah berkonsultasi dengan toko-toko pertanian yang cukup besar tentang berapa banyak benih yang terjual. Hal ini sebagai indikator luasan tanam saat itu. Sebagai contoh jika saat itu ternyata yang terjual banyak adalah cabe berarti banyak petani yang menanam cabe maka kita bisa menanam komoditi lain apakah kacang panjang, tomat atau yang lainnya.
6. Perhatikan pola tanam komoditi sayuran
Perhatikan pola tanam komoditi sayuran didaerah kita dan daerah petani lain. Karena ada kebiasaan-kebiasaan tertentu didaerah tertentu. Contoh, untuk cabe rawit kebiasaan petani di Jawa Timur banyak menanam diawal musim hujan atau akhir musim hujan. Hindari menanam produk diwaktu-waktu tersebut, tanam lebih awal atau mundur 2 atau 3 bulan.
7. Galilah informasi dari PPL atau para formulator tentang produksi didaerah sentra lain
Para petugas formulator baik dari perusahaan benih, pupuk dan biasanya memiliki jaringan luas tentang budidaya diberbagai daerah. Sering-seringlah berkonsultasi dengan mereka tentang musim tanam didaerah-daerah sentra komoditas tertentu.
8. Untuk sayuran buah semusim (melon, semangka dan lain-lain) hindari panen pada saat musim buah tahunan
Tanaman buah tahunan seperti mangga dan rambutan sangat mempengaruhi harga buah dipasaran termasuk buah semusim (melon, semangka, dan lain-lain). Karena tanaman ini hanya panen 1 kali satu tahun dan serempak. Oleh karena itu hindari panen dimusim panen buah tahunan ini. Biasanya berlangsung 3-4 bulan.
9. Perencanaan
Dengan terbatasnya informasi faktor permintaan dan penawaran produk sayuran, petani seperti meraba-raba dalam gelap tentang hasil usahanya dan seperti bermain judi, pasang sekarang dan lihat hasilnya 3-4 bulan ke depan. Kunci, agar tidak seperti bermain judi adalah perencanaan.

Perencanaan adalah salah satu
tahap penting dalam suatu usaha.
Tidak akan berjalan baik suatu
usaha tanpa perencanaan yang baik. Dengan begitu usaha pertanian, walaupun tidak harus rumit dan tertulis, tetapi harus ada. Perencanaan disini yang perlu adalah jenis komoditi apa yang mau ditanam, kapan waktu tanam dan estimasi biaya.
.
Catatan-catatan diatas dapat dijadikan pegangan dalam perencanaan ini, termasuk estimasi biaya, karena jika kita harus menanam pada musim yang kurang cocok tentu biaya yang dikeluarkan akan meningkat(Wditut)

sumber: sinartani
By : tim_kreatif_bp3k_parakan
http://bp3kbamburuncingparakan.blogspot.com/
http://bp3kbamburuncing.wordpress.com/
email: bp3kbamburuncingparakan@gmail.com/
facebook: balaipenyuluhanpertanian parakan
address: Jl. Kosasih 27 Parakan 56254
telp : +62293598199