pranoto mongso

Kamis, 29 Juli 2010

Munas II THL-TBPP 2010 Makassar

DPR RI Prioritaskan Status Hukum THL-TBPP
Dewan Minta THL-TBPP Bekerja Profesional
MAKASSAR, BKM -- Para tenaga harian lepas tenaga bantuan penyuluh pertanian (THL-TBPP) mulai mendapat kejelasan terhadap percepatan peningkatan statusnya menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pihak DPR RI akan segara memprioritaskan status dn payung hukum bagi pada THL-TBPP tersebut.
Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi THL-TBPP di Balai Diklat Perindustrian Graha PKK, Selasa (27/7) kemarin. Dua anggota DPR RI yang ikut sebagai pembicara menyampaikan, panitia kerja gabungan Komisi II, VIII dan Komisi X DPR RI segera memprioritaskan payung hukum itu.
Terungkap pula sejumlah rumusan terhadap percepatan peningkatan status dan payung hukum THL-TBPP. Di antaranya pengelolaan tenaga penyuluh dilakukan secara terpusat agar mereka tidak lagi dialihkan ke sektor lain di luar tupoksinya. Penambahan anggaran penyuluhan pertanian dapat ditingkatkan karena tenaga penyuluh pertanian merupakan kegiatan pendidikan non formal. Pengalokasian anggaran THL-TBPP selama proses pengangkatannya menjadi CPNS penyuluh pertanian dan proses verifikasi dan Validasi database THL-TBPP dilakukan secara terpusat.
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, H M Gamari Sutrisno yang juga menjadi anggota panja gabungan komisi kepada BKM usai menghadiri Seminar mengatakan, dalam panja gabungan komisi DPR RI telah melakukan kordinasi kepada pemerintah dan segera membuat rancangan payung hukum yang jelas atas status THL-TBPP. Menurut Gamri kehadiran THL-TBPP sangat diperlukan dalam program pertahanan pangan nasional. Bahkan dari jumlah 24.608 THL-TBP yang ada, belum seimbang dengan jumlah 40.000 lebih desa yang tersebar di wilayah RI. "Nominalnya untuk satu desa dibutuhkan dua orang penyuluh pertanian, dan kenyataannya jumlah yang ada masih belum cukup",ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan oleh anggota Komisi IV DPR RI dari Farksi Golkar Marcusnari, Komisi IV juga mendukung panitia kerja gabungan yang tengah membahas penyelesaian permasalahan honorer. Hanya saja Marcus meminta THL-TBPP lebih bekerja profesional dan menjadi tolak ukur bagi peningkatan hasil pertanian di RI. "Jangan nanti kalau sudah jadi PNS malah malas-malasan, THL-TBPP diharapkan lebih mandiri dan bekerja secara profesional.
sum: beritakota makassar online

Senin, 26 Juli 2010

"petaniku sayang-petaniku malang"



" Disaat Harga melangit, produksi sulit ???"
iklim,musim,cuaca,teknis budidaya,ataukah kemujuran semata????
itulah sepenggal cerita para petani di desa - desa di Kecamatan Parakan yang tengah bertanya - tanya atas fenomena harga cabai yang tidak menentu, kadang sangat murah sekali , tetapi kadang kala juga melebihi harga komoditas lain jauh berkali kali lipat.
setiap kali ada pertemuan kelompok maka yang dibahas permasalahan penyakit ini, ada dari berbagai formulator yang telah menyarankan merk - merk obatnya, sampai inisiatif petani sendiri untuk mencampur - campur berbagai bahan organik demi mempertahankan kualitas buah cabainya sehingga sampai waktu panen dapat bertahan.
berikut ada beberapa pengalaman - pengalaman tentang Anthraknosa pada tanaman cabai

ANTRAKNOSA ATAU PATEK PADA TANAMAN CABAI

Penyakit antraknosa atau patek pada tanaman cabai disebabkan oleh Cendawan Colletotrichum capsici Sydow dan Colletotrichum gloeosporioides Pens, penyakit antraknosa atau patek ini merupakan momok bagi para petani cabai karena bisa menghancurkan panen hingga 20-90 % terutama pada saat musim hujan, cendawan penyebab penyakit antraknosa atau patek ini berkembang dengan sangat pesat bila kelembaban udara cukup tinggi yaitu bila lebih dari 80 rH dengan suhu 32 derajat selsius biasanya gejala serangan penyakit antraknosa atau patek pada buah ditandai buah busuk berwarna kuning-coklat seperti terkena sengatan matahari diikuti oleh busuk basah yang terkadang ada jelaganya berwarna hitam. Sedangkan pada biji dapat menimbulkan kegagalan berkecambah atau bila telah menjadi kecambah dapat menimbulkan rebah kecambah. Pada tanaman dewasa dapat menimbulkan mati pucuk, infeksi lanjut ke bagian lebih bawah yaitu daun dan batang yang menimbulkan
busuk kering warna cokelat kehitam-hitaman.

Morfologi dan daur penyakit

Busuk Buah
C. capsici mempunyai banyak aservulus, tersebar di bawah kutikula atau pada permukaan, berwarna hitam dengan banyak seta. Seta berwarna coklat tua, bersekat, halus dan meruncing ke atas. Konidium berwarna hialin, berbentuk tabung (silindris), ujung-ujungnya tumpul atau bengkok seperti sabit. Konidium dapat disebabkan oleh angin. Cendawan pada buah masuk ke dalam ruang biji dan menginfeksi biji, sehingga dapat menginfeksi persemaian yang tumbuh dari benih yang sakit.
Cendawan yang menyerang daun dan batang tidak dapat menginfeksi buah. Cendawan dapat bertahan dalam sisa-sisa tanaman sakit. Pada musim kemarau pada lahan yang berdrainase baik perkembangan penyakit kurang.
Perkembangan penyakit sangat baik pada suhu 30 °C. Perkembangan lebih cepat pada buah yang lebih tua, sedangkan pada buah muda lebih cepat gugur karena infeksi.
Di Indonesia penyakit tersebut dapat ditemukan di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.


Gejala serangan
Gejala serangan awal berupa bercak coklat kehitaman pada permukaan buah, kemudian menjadi busuk lunak. Pada bagian tengah bercak kumpulan titik hitam yang merupakan kelompok seta dan konidium. Serangan yang berat menyebabkan seluruh buah keriput dan mengering. Warna kulit buah seperti jerami padi. Keadaan cuaca panas dan lembab mempercepat perkembangan penyakit.Pengendalian Penyakit Antraknosa atau Patek:

* Melakukan prendaman biji dalam air panas (sekitar 55 derajat Celcius) selama 30 menit atau perlakuan dengan fungisida sistemik yaitu golongan triazole dan pyrimidin (0.05-0.1%) sebelum ditanam atau menggunakan agen hayati.
* Penyiraman fungisida atau agen hayati yang tepat pada umur 5 sebelum pindah tanam.
* Memusnahkan bagian tanaman yang terinfeksi, namun perlu diperhatikan saat melakukan pemusnahan, tangan yang telah menyentuh (sebaiknya diusahakan tidak menyentuh) luka pada tanaman tidak menyentuh tanaman/buah yang sehat, dan sebaiknya dilakukan menjelang pulang sehingga kita tidak terlalu banyak bersinggungan dengan tanaman/buah yang masih sehat.
* Secara kimia, pengendalian penyakit ini dapat disemprot dengan fungisida bersifat sistemik yang berbahan aktif triadianefon dicampur dengan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida, Penggiliran (rotasi) tanaman dengan tanaman lain yang bukan famili solanaceae(terong, tomat dll) atau tanaman inang lainnya misal pepaya karena berdasarkan penelitian IPB patogen antraknosa pada pepaya dapat menyerang cabai pada pertanaman.
* Penggunaan fungisida fenarimol, triazole, klorotalonil, dll. khususnya pada periode pematangan buah dan terutama saat curah hujan cukup tinggi.. Fungisida diberikan secara bergilir untuk satu penyemprotan dengan penyemprotan berikutnya, baik yang menggunakan fungisida sistemik atau kontak atau bisa juga gabungan keduanya.
* Penggunaan mulsa hitam perak, karena dengan menggunakan mulsa hitam perak sinar matahari dapat dipantukan pada bagian bawah permukaan daun/tanaman sehingga kelembaban tidak begitu tinggi.
* Menggunakan jarak tanam yang lebar yaitu sekitar 65-70 cm (lebih baik yang 70 cm) dan ditanam secara zig-zag ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban dan sirkulasi udara cukup lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar, keuntungan lain buah akan tumbuh lebih besar.
* Jangan gunakan pupuk nitrogen (N) terlalu tinggi, misal pupuk Urea, Za, ataupun pupuk daun dengan kandungan N yang tinggi.
* Penyiangan / sanitasi gulma atau rumput-rumputan agar kelembaban berkurang dan tanaman semakin sehat.
* Jangan menanam cabai dekat dengan tanaman cabai yang sudah terkena lebih dahulu oleh antraknosa / patek, ataupun tanaman inang lain yang telah terinfeksi.
* Pengelolaan drainase yang baik di musim penghujan.

Agen hayati yang sering digunakan dalam pengendalian antraknosa adalah : Actinoplanes, Alcaligenes, Agrobacterium Amorphospongarium, athrobacter dll, dan ini biasanya bisa didapat di balai perlindungan tanaman Deptan. Namun perlu diperhatikan bila kita menggunakan agen hayati sebaiknya kita tidak menggunakan pestisida kimia, karena akan menyebabkan kematian pada agen hayati tersebut

Selasa, 20 Juli 2010

'''BERAS HITAM/BLACK RICE/BERAS IRENG'''


BLACK CHINA RICE

BERAS_HITAM_BUKAN_KETAN_HITAM


Beras hitam, memiliki nama yang berbeda-beda tergantung di mana beras hitam tersebut berada. Beras hitam yang ada di Solo dikenal dengan nama “beras wulung”. Dalam sejarah, mengonsumsi beras hitam adalah tabu bagi rakyat biasa. Keberadaannya hanya di piring bangsawan kerajan atau sebagai pelengkap ritual adat. Bukan hanya di nusantara hal tersebut berlaku, Kekaisaran China juga memberlakukan ketentuan serupa. Menurut sejarahnya, dulunya beras wulung merupakan beras pilihan, yang dulu hanya ditanam dan dipergunakan dalam keraton kasunanan Surakarta, khusus dikonsumsi di lingkungan para raja dan digunakan untuk jenis ritual tertentu. Di kawasan Cibeusi, Subang, Jawa Barat, beras hitam disebut dengan nama “beras gadog”. Di Sleman, beras hitam dikenal dengan nama, cempo ireng dan ada juga yang menyebut “beras jlitheng”. Sedangkan di Bantul dikenal dengan “beras melik”.
Sampai saat ini belum diketahui apakah sebenarnya beras hitam dengan nama sebutan yang berbeda-beda tersebut adalah sarna ataukah berbeda. Namun yang jelas, beras hitam ini memiliki keistimewaan-keistimewaan. Di antaranya, selain rasanya yang enak, pulen dan wangi juga memiliki kandungan mineral atau antosianin atau yang lainnya yang sangat baik untuk kesehatan. Warna ungu kehitaman beras ini berasal dari sumber antosianin, suatu zat turunan polifenol berkemampuan antioksidan, yang dikandungnya. Ditambah kadar flavonoid yang besar menjadikannya unggul dalam mencegah pengerasan pembuluh nadi dan asam urat.
Beras hitam bisa dikonsumsi sebagai nasi, dengan cara dimasak biasa, bisa pula sebagai bubur, untuk mereka yang harus mengonsumsi bubur, karena faktor kesehatan. Sebenarnya yang disebut beras hitam, tidak benar-benar berwarna hitam, melainkan ungu gelap, yang sepintas mirip dengan warna hitam. Warna hitam ini berasal dari pigmen yang terdapat pada kulit ari beras. Hingga karbohidrat dalam biji beras itu sendiri, tetap berwarna putih. Beras hitam, harus digiling tanpa disosoh habis, hingga kulit annya tetap tersisa.
Beras hitam juga beda dengan ketan hitam, yang selama ini dengan mudah bisa dijumpai di pasar. Sebab ketan (sticky rice), karbohidratnya lengket, sementara beras hitam, sama dengan beras Jepang tidak selengket ketan, meskipun masih sedikit lengket hingga-bisa dikonsumsi dengan sumpit.
Beras hitam belum menjadi bahan pangan pokok seperti halnya beras putih, meskipun beras berwarna hitam ini mempunyai nilai gizi tinggi. bahwa bahan pangan warna hitam makin marak dipromosikan oleh industri pengolahan makanan dan minuman di Asia dan Barat. Produk makanan dan minuman dari kacang hitam, wijen hitam, dan beras hitam menjadi populer. Di Korea, beras hitam menjadi bagian penting dalam pemeliharaan kesehatan karena kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan.
Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain. Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penampilan yang spesifik dan unik. Bila dimasak, nasi beras hitam warnanya menjadi pekat dengan rasa dan aroma yang menggugah selera makan.
Beras hitam memiliki khasiat yang lebih baik dibanding beras merah atau beras warna lain. Beras hitam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia. Beras merah berkhasiat mencegah sembelit, cocok untuk diet, mencegah penyakit saluran pencernaan, meningkatkan perkembangan otak, menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker dan penyakit degeneratif, menyehatkan jantung, dan mengandung vitamin B1 dan mineral lebih tinggi dibanding beras putih. Beras hitam mengandung sedikit protein, namun kandungan besinya tinggi yaitu 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras lainnya.

KANDUNGAN GIZI
Beras hitam merupakan vari¬etas lokal yang mengandung pigmen paling baik, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain. Beras hitam memiliki rasa dan aroma yang baik dengan penam-pilan yang spesifik dan unik. Bila dimasak, nasi beras hitam warna¬nya menjadi pekat dengan rasa dan aroma yang menggugah selera makan.
Warna beras diatur secara genetik, dan dapat berbeda akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, endospermia, dan komposisi pati pada endospermia. Beras putih agak transparan hanya memiliki sedikit aleuron dan me¬ngandung amilosa sekitar 20%. Pada beras merah, aleuron me-ngandung gen yang memproduksi antosianin sebagai sumber warna merah atau ungu. Pada beras hitam, aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga warna beras menjadi ungu pekat men¬dekati hitam. Ketan hitam meru¬pakan versi ketan dari beras hitam.
Beras hitam, sama halnya dengan beras merah, dianggap bernutrisi lebih baik dibanding dengan beras putih, karena mengandung vitamin B 1 dan mineral misalnya zat besi, lebih tinggi dibanding beras putih. Selain itu, vitamin terutama vitamin B Komplek yang terkandung dalam kulit ari beras, masih ada. Pada beras putih, konsumen tidak mudah mengenali, apakah kulit ari yang mengandung vitamin itu masih ada, atau telah disosoh habis. Pada beras merah dan beras hitam, kulit ari itu pasti masih disisakan. Hingga sebenarnya, mengonsumsi beras putih pecah kulit pun (tanpa disosoh) sudah bisa lebih sehat, dibanding dengan mengonsumsi beras putih yang telah disosoh habis. Hasil analisis Laboratorium Pangan dan Gizi Pusat Antar Universitas (PAU) UGM menunjukkan, kadar protein beras hitam 7,88 %. Lebih tinggi ketimbang beras putih sebesar 6,8 %. Namun, kandungan karbohidratnya hanya 74,81%, sedikit lebih kecil dibandingkan beras putih yang 78,9%.
Beras hitam berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap pe¬nyakit, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirosis), men¬cegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker/tumor, memper¬lambat penuaan, sebagai antiok¬sidan, membersihkan kolesterol dalam darah, dan mencegah anemia. Beras merah berkhasiat mencegah sembelit, cocok untuk diet, mencegah penyakit saluran pencernaan, meningkatkan per¬kembangan otak, menurunkan ko-lesterol darah, mencegah kanker dan penyakit degeneratif, menye¬hatkan jantung. Beras hitam mengandung sedi¬kit sedi¬kit protein, namun kandungan besinya tinggi yaitu 15,52 ppm, jauh lebih tinggi dibanding beras dari varietas IR64, Ciherang, Cisadane, S intanur, Pandanwangi, dan Batang Gadis yang kandungan besinya berkisar antara 2,9-4,4 ppm. Zat besi dibutuhkan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Pengkayaan zat besi pada beras untuk mengatasi anemia yang dewasa ini digalakkan tampaknya perlu mulai berpaling pada beras hitam atau beras merah.
Peran pigmen beras hitam adalah paling baik di antara berbagai jenis beras berwarna. Selain itu, pigmen tersebut kaya mengandung materi aktif flavonoid dan kadarnya lima kali lipat dari pada beras putih dan berperan sangat besar bagi pencegahan pengerasan pembuluh nadi. Selain itu, beras hitam mengandung relatif banyak serat makanan (dietary fiber), laju pencernaan pati lamban, indeks gula darah 55 sedangkan beras putih adalah 87.
Zat kalium dan magnesium dalam beras hitam bermanfaat bagi pengontrolan tekanan darah, dan mengurangi risiko terserang penyakit pembuluh darah otak dan jantung. Maka, penderita penyakit kencing manis dan pembuluh darah jantung dapat mengkonsumsi beras hitam sebagai makanan penyehat badan.
SEKILAS TENTANG BUDIDAYA
Budi daya padi yang menghasilkan beras hitam, sebenarnya sama dengan budi daya padi biasa. Bedanya, padi beras hitam hanya bisa dibudidayakan di kawasan berhawa sejuk. Di DIY pun, beras hitam hanya dibudidayakan di Kabupaten Sleman, di lereng gunung Merapi. Sebab beras hitam dihasilkan oleh padi sub tropis. Budi daya beras hitam harus di lahan sawah, sebab sampai sekarang belum ada varietas padi ladang yang bisa menghasilkan beras hitam. Cara budi daya sama dengan padi biasa, tanah diolah sampai menjadi lumpur, gabah (benih disemai), kemudian dicabut, dan ditanam satu per satu. Umur padi hitam sekitar lima bulan, sedikit lebih panjang dibanding padi biasa yang rata-rata empat bulan sudah panen. Deskripsi sifat-sifat tanaman padi beras hitam belum tercatat secara rinci. Kelompok Tani Sarana Makmur Seyegan di Sleman mela-porkan padi hitam varietas Compo Ireng mampu berproduksi 4,5 t/ha dengan umur panen 5 bulan.
Dalam upaya mengatasi keku¬rangan pangan dan gizi buruk yang dewasa ini makin meningkat, terutama di daerah berpengairan tadah hujan atau beriklim kering, penelitian varietas padi kaya nutrisi seperti padi beras hitam dan beras merah perlu digalakkan. Penelitian sejak tahun 2003 menunjukkan, dari persilangan BP140F/Silu-gonggo//Oryza glaberrima///Silu¬gonggo yang warna berasnya merah, salah satu galurnya meng-hasilkan butir beras berwarna ungu kehitaman walaupun jumlahnya se¬dikit (±10%). Meskipun demikian, temuan ini perlu ditindaklanjuti dalam upaya mendapatkan padi beras hitam yang mantap, sebagai varietas atau tetua padi beras hitam berumur genjah. Galur hasil persi¬langan ini berumur genjah (90-100 hari), tinggi tanaman 90-100 cm dengan penampilan mirip tetuanya Silugonggo. Galur ini diharapkan dapat beradaptasi baik pada lahan kering beriklim kering seperti halnya tetuanya.
Meskipun beras hitam asli Indonesia sekarang sudah menghilang dari para petani, tetapi Balai Penelitian Padi (Balitpa) Sukamandi, Jawa Barat, masih menyimpan benihnya. Selain Balitpa, yang mengoleksi varietas-varietas padi lokal kuno adalah International Rice Reasearch Institute (IRRI) di Los Banyor, Filipina. Sekarang ini masyarakat mulai tertarik kembali ke menu-menu tradisional, yang mereka anggap lebih sehat dibanding makanan modern. Maka beras hitam pun kembali populer, dibudidayakan, dan dipasarkan
BERAS HITAM DALAM LINTAS BUDAYA INDONESIA
Beras hitam di Indonesia banyak terdapat diperbagai daerah, sebenarnya mirip seperti padi “wulu” tetapi berwarna hitam. Batangnya setinggi satu meter lebih berumur sekitar enam bulan kebanyakan tumbuh di daerah ketinggian lebih dari 500 meter diatas permukaan laut. Padi ini hanya sedikit ditanam di daerah asalnya digunakan hanya untuk keperluan upacara adat. Mungkin karena mereka belum mengerti manfaat sebenarnya, sangat kaya vitamin dan nutrisi dapat dijadikan sebagai obat. Di Kendari beras hitam dinamakan sebagai Pae Biyu Nggolopua. Di Tanatoraja dinamakan sebagai Pare Durian-ujung, sedang di daerah Gowa dinamakan sebagai Pare Puluk lontong. Selain itu juga terdapat di daerah Pantar dan Alor juga memiliki padi hitam, padi di daerah itu agak berbeda karena ditanam hanya memerlukan sedikit air untuk tumbuhnya.
Padi ini biasanya dipakai di pesta-pesta atau acara-acara khusus. Di pasar-pasar lokal, harga padi ini lebih mahal dari jenis padi yang lain. Selain itu juga di tanam di Kalimantan beras hitam juga ditanam oleh suku Dayak Iban dan suku dayak pedalaman lainnya, yang disebut sabagai jenis padi “Pulut Hitam”. Di negara tetangga seperti Malaysia mereka telah selangkah lebih maju dalam penelitian dan budidaya beras hitam. Manfaatnya tidak hanya sebagai bahan makanan eksklusif, tetapi juga sebagai obat bagi penyakit tertentu mereka membuat makanan makanan dari bahan beras hitam di semua sentra sentra distrik wisatanya.
Dalam rangka mengembangkan dan produksi beras hitam, rencana petani di Kecamatan Parakan sedang mencari berbagai pihak untuk mencoba dikembangkan dalam lahan kelompok paling tidak untuk percobaan dahulu kecocokan tempat budidaya dan hasil panen pertama yang nantinya akan diketahui potensi / hasilnya.
diambil dari berbagai sumber:
http://satvikabhoga.wordpress.com/2009/07/25/beras-hitam/
http://bumiganesa.com/?p=491
http://ridiah.wordpress.com/2010/03/31/
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rice_varieties
OLEH:tim_bp3k_p@rakan

Rabu, 14 Juli 2010

“ JIKA KITA BAIK KEPADA ALAM ALAM JUGA AKAN BAIK KEPADA KITA "





“ JIKA KITA BAIK KEPADA ALAM “
“ ALAM JUGA AKAN BAIK KEPADA KITA “

Marquee



Masalah sampah adalah masalah semua orang. Warga seringkali membuang sampah sembarangan yang menyebabkan penyumbatan aliran sungai dan akhirnya dapat menyebabkan banjir. untuk mengelola sampah rumah tangga sebenarnya tidak terlalu sulit, yang lebih sulit adalah memberikan pemahaman kepada warga untuk mengelola sampah dan istigomah menjalankan program ini.
Sampah adalah limbah yang timbul akibat aktifitas manusia yang terjadi sepanjang hidup. Sampah merupakan masalah yang sulit dipecahkan pengurangannya, apabila diserahkan kepada satu kelompok atau organisasi masyarakat tertentu, karena setiap individu manusia memproduksi sampah sepanjang hidupnya yang akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan tingkat serta pola konsumsi masyarakat. Dengan tehnologi yang berbasis sistem 3 R ( Reduce, Reuse dan Recycle) maka sampah akan menjadi berkurang timbulannya bahkan hasil pengolahannya akan bermanfaat bagi penyehatan lingkungan, lahan pertanian dan bagi kesehatan.
KARAKTERISTIK SAMPAH WARGA
Sampah warga sama seperti sampah-sampah pada umumnya. Sampah ini bercampur antara sampah organik dengan sampah non organik. Warga belum memiliki kesadaran untuk memisahkan antara sampah organik dengan sampah non organik. Sampah non organik yang paling banyak adalah sampah plastik. sampah dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar: sampah non organik dan sampah organik. Dari setiap kelompok ini berdasarkan bisa tidaknya didaur ulang dapat dikelompokkan menjadi bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang. Lihat gambar di bawah ini:
PEMBAGIAN KELOMPOK SAMPAH WARGA :
Contoh kelompok sampah tersebut adalah sebagai berikut:
A. Sampah Organik Bisa Didaur Ulang: kertas, kardus, koran, majalah, dll
B. Sampah Organik Tak Bisa Didaur Ulang: sisa makanan, daun, sisa sayuran, dll.
C. Sampah Non-organik Bisa Didaur Ulang: logam (besi, alumunium, tembaga), botol, bekas botol minuman, kaleng, plastik, kaca, dll.
- kemasan-kemasan plastik untuk dijadikan tas.
- Botol plastik bekas dapat dibuat menjadi tutup gelas.
- Gelas plastik bekas dapat dibuat pot-pot tanaman

D. Sampah Non-organik Tak Bisa Didaur Ulang: plastik yang tidak bisa diaur ulang, baterai bekas, dll.
Sedangkan sampah non-organik yang tidak bisa didaur ulang seharusnya dibakar. Namun, untuk pembakarannya diperlukan alat / tempat karena jika sampah ini dibakar langsung akan diprotes warga, karena asapnya ke mana-mana dan masuk ke rumah-rumah warga. Dengan cerobong yang dibuat tinggi sehingga asap bisa langsung ke udara. Selain itu pembakaran bisa berlangsung sempurna dan mengurangi pencemaran udara. Sampah-sampah yang bisa didaur ulang baik organik maupun non-organik bisa dijual. Saat ini sudah ada pengepul barang-barang bekas / rosokan yang datang ke lokasi sehingga kita tidak perlu repot untuk membuang sampah tersebut.

Untuk pembagiannya menurut sumbernya Sampah organik dibagi dua yaitu :
1. Sampah Organik Hijau (sisa sayur mayur dari dapur)
Contohnya : tangkai/daun singkong, papaya, kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit buah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisa sayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
2. Sampah Organik Hewan yang dimakan seperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.
“ Sampah organik yang dihasilkan oleh sebuah rumah tangga atau 1 Kepala Keluarga (KK) yang beranggota 5 orang (bapak, ibu, 2 anak dan 1 pembantu) setiap hari kurang lebih 2 kg. Kalau sebuah Rukun Tetangga (RT) terdiri dari 40 KK dan sebuah Rukun Warga (RW) terdiri dari 10 RT, maka bisa dihitung berapa jumlah sampah organik yang memerlukan pengelolaan selanjutnya, atau biasa disebut “dibuang”..”


PROSES PENGELOLAAN SAMPAH

A. Pengumpulan Sampah Warga
Sampah-sampah ini dikumpulkan di tempat penampungan sementara. Ditampung dari kranjang / ember khusus dan telah dipisah antara yang organic, anorganik maupun kaca.Dari ember – ember tersebut dikumpulkan sehingga mudah untuk proses selanjutnya.
B. Sortasi Sampah
Sampah-sampah yang bisa didaur ulang dikumpulkan dan dibersihkan dari sampah yang lain. Sampah-sampah non-organik yang tidak bisa didaur ulang juga dipisahkan tersendiri. Sedangkan sampah organik yang tidak bisa didaur ulang dipisahkan untuk diolah menjadi kompos. Ada beberapa sampah organik yang tidak ikut dikomposkan, yaitu: kayu, bambu, tulang, dan tanduk. Sampah-sampah ini bisa dikomposkan tetapi membutuhkan waktu yang lebih lama, sehingga perlu diperkecil ukurannya dengan cara dicacah,
C. Pengomposan
Sampah-sampah organik yang tidak bisa didaur ulang diolah menjadi kompos dengan menggunakan activator/ bakteri/ mikroorganisme yang mempercepat penguraian. Contoh dari activator pengurai ini yang telah dijual di pasaran antara lain EM4, starbio, stardec, decomposer, dan merk – merk lain.
Yang penting adalah kandungan bakteri dalam decomposer tersebut. Bakteri pengurai yang mempercepat proses penguraian Setidaknya dikenal 80 marga mikroba fermentasi, dikenal lima kelompok utama : Bakteri fotosintetik, laktobasilus streptomices, ragi ( yeast ), dan Actinomycetes. Berfungsi dalam proses Fermentasi dan dekomposisi bahan organic, dan Bakteri asam laktat (Lactobacilus spp,), bakteri fotosintetik (Rhodopseudomos Spp) Actinomycetes, Streptomyces dan ragi yang bermanfaat untuk pertanian, peternakan, perikanan, tambak, limbah industri, pengolahan limbah domestik/ sampah rumah tangga dan yang sejenis sampah rumah tangga dan kesehatan lingkungan. Cairan microorganisme ini tidak berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya dan aman bagi lingkungan.


PEMBUATAN KOMPOS DARI SAMPAH RUMAH TANGGA

Marquee



Mendaur Ulang Sampah Dapur Rumah Tangga
Alternatif 1 :
Siapkan :
1. Kardus
2. Bantalan yang dibuat dari sabut kelapa untuk dasar (kalau ada)
3. 5-6 kg kompos yang dibuat dari sayuran, seresah tanaman dll,
4. Sampah yang telah dipotong-potong ukuran 2 - -4 cm
5. Alat pengaduk
6. Karung plastik yang berpori-pori (untuk membungkus kardus) atau keranjang tempat cucian baju kotor / ember bekas kaleng.

Cara membuat :
1. Letakkan bantalan sabut kelapa yang ada,
2. Tumpukkan seresah / sampah yang telah dipilah -pilah Lakukan lapis demi lapis sampai kardus penuh. Kardus disimpan di dalam keranjang atau bungkus dengan karung plastik yang berpori. Letakkan ditempat yang tidak terkena hujan dan terik matahari. Setiap 3-4 hari dibuka dan diaduk-aduk, lakukan terus sampai seluruh sampah menjadi hitam, hancur.
3. Sampah telah berubah menjadi kompos siap pakai/dijual. (untuk dijual, diayak terlebih dahulu). Jika kardus pertama penuh, buatlah kardus kedua, dst.

Alternatif 2 :
1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
2. Wadah diberi lubang didasarnya untuk pertukaran udara
3. Bahan sampah yang dipotong 2 – 4 cm
4. Mikroorganisma pengurai sebagai aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, dll, Bahan-bahan ini bisa diganti dengan kompos dari tumbuh-tumbuhan yang sudah jadi.
5. Air
6. Alat pengaduk.
Cara membuat :
1. Bahan sampah dimasukkan didalam wadah selapis, kemudian ditambahkan kompos atau mikroorganisma pengurai secukupnya dengan dara disemprot/ diguyur.
2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh
3. Disiram dengan air secara merata
4. Pada hari ke 5 -7, media dapat diaduk-aduk. Pengadukan diulang setiap lima hari dan dihentikan sampai sampah menjadi hitam dan hancur.


D. PEMANFAATAN KOMPOS

Jika akan digunakan sendiri, kompos tidak perlu diolah lebih lanjut. Lansung digunakan saja. Kompos ini dapat digunakan untuk menanam bermacam-macam tanaman. Misalnya saja tanaman hias. Banyak tanaman hias yang bisa ditanam dengan kompos ini. Alternatif lain adalah menanam tanaman sayuran, bisa tomat, bayam, caisim, kangkung, cabai. Atau tanaman buah-buahan, seperti buah pepaya atau pisang yang waktu berbuahnya tidak terlalu lama. Kompos juga bisa digunakan untuk menanam tanaman obat/apotik hidup.
Dengan memanfaatkan kompos tersenut paling tidak kita akan ikut andil melestarikan lingkungan, sebagai contoh ketika kita memiliki pekarangan yang kita Tanami dengan sayuran sehari – hari akan mengurangi biaya belanja sehari – hari, produk atau hasilnyapun dipastikan organic sehingga sehat untuk kehidupan kita.
Selamat mencoba 
by:Tim_kreatif_BP3K_Kec_Parakan
facebook : balaipenyuluhanpertanian parakan