pranoto mongso

Jumat, 30 Maret 2012

rakor penyuluh jawa tengah 2012


PEMANTAPAN PERAN PENYULUH DITAHUN 2012
TEMANGGUNG, Jawa Tengah ditunjuk pemerintah pusat menjadi salah satu di antara lima provinsi model untuk sistem penyuluhan kehutanan. empat daerah lain yang ditunjuk sebagai provinsi model tersebut adalah Lampung, Kalsel, Sulsel, dan NTB.
Hal ini disampaikan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kehutanan Kementerian Kehutanan Trisnu Danisworo dalam rakor pemantapan aksi penyuluh tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Pengayoman Temanggung, Jumat (27/01).
Menurutnya, penunjukan lima daerah tersebut sebagai provinsi model antara lain karena termasuk daerah yang mempunyai kelembagaan yang bagus, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kecamatan.
Selain itu, dikatakan, dukungan pemerintah daerah yang baik terhadap penyelenggaraan penyuluhan. “Jawa Tengah dan empat provinsi lain tersebut dukungan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penyuluhan cukup baik dan SDM penyuluh kehutanan sudah siap,” katanya.
Ditambahkan, provinsi model tersebut terkait dengan bagaimana menerapkan sistem penyuluhan yang baik yang sudah dibangun melalui UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyelenggaraan Penyuluhan, untuk menjadikan model tersebut pemerintah pusat akan mengawal penyelenggaraan penyuluhan di provinsi model itu, baik mengenai kelembagaan penyuluhan, SDM, maupun sarana prasarana yang mendukung penyuluhan dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,”unkapnya.
Sementara menurut keterangan ketua penyelenggara rakor ini dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan program/kegiatan tahun 2011 dan persiapan sekaligus pemantapan pelaksanaan program Penyuluhan tahun 2012,
Selain itu kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan sinergitas dan sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan program/kegiatan penyuluhan, antara pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
Bupati Temanggung melalui Wakilnya Ir. Budiarto, MT mengucapkan selamat datang kepada peserta rakor pemantapan aksi penyuluh tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Pengayoman Temanggung ini.
Wabub berharap, kegiatan ini mampu mewujudkan kesamaan persepsi didalam pelaksanaan pemantapan aksi penyuluhan tahun 2012 dan guna mendapatkan optimalisasi kinerja tahun 2012,"terangnya.(Humas12/Paul).www.temanggungkab.go.id

Senin, 12 Maret 2012

PANEN PADI MELIMPAH

PANEN PADI MELIMPAH
TEMANGGUNG, Produktivitas tanaman padi di Kabupaten Temanggung, tahun ini meningkat. Jika biasanya rata-rata produktivitas hanya berkisar 5,8 ton gabah kering giling per hektar, saat ini mencapai 6,4 ton per hektar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Temanggung Sunardi dikantornya (7/3) mengatakan, saat ini dari total luas tanam 29.000 hektar, tanaman padi yang dipanen berkisar 13.000 hektar. Dia memprediksi produktivitas tanaman padi tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya 58 ton Gabah Kering Giling (GKG) per hektar, tahun ini diprediksi mencapai 60 ton per hektar.
“Saat ini luas panen berkisar 75 persen dari total luas tanam padi di wilayah itu.Peningkatan hasil panen ini terjadi karena kondisi cuaca saat ini mendukung dengan serangan hama dan penyakit yang relatif terkendali.
Sebelumnya, kendala yang terjadi pada awal musim tanam padi adalah bencana banjir dan longsor di bulan Desember 2011 dan awal Januari 2012. Namun, hal itu dapat teratasi karena petani langsung mengganti tanaman padi yang rusak dengan bibit tanaman baru.
Bencana alam yang terjadi pada akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012 hanya berdampak pada mundurnya panen di sebagian daerah. Jika biasanya panen raya sudah berlangsung pada bulan Maret, tahun ini panen raya diprediksi baru terjadi pada awal atau pertengahan April. (Hms12/Edy Laks).
WWW.TEMANGGUNGKAB.GO.ID mzt!$n