pranoto mongso

Senin, 02 Mei 2011

PRA (Participatory Rural Appraisal ) Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) BPP MODEL







Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai home base para penyuluh pertanian di tingkat kecamatan dan sebagai tempat bagi petani untuk mengakses informasi teknologi di bidang pertanian perikanan dan kehutanan. Kegiatan BPP model memberi manfaat cukup banyak terutama bagi penyuluh pertanian dalam meningkatkan motivasi kerja di lapangan.
Pengorganisasian pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat pedesaan terpusat pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), yang bertugas menyelenggarakan penyusunan programa dan kegiatan penyuluhan pertanian bagi keluarga tani menuju bertani yang lebih produktif, berusaha tani yang lebih menguntungkan dan hidup yang lebih sejahtera.
BP3K Kecamatan parakan sebagai salah satu wadah dalam kelembagaan pertanian merupakan sarana bagi petani dan kelompok tani wilayah Parakan dalam mengakses informasi dan teknologi salah satunya dengan melakukan identifikasi potensi wilayah dari masing - masing Desa maka akan diperoleh suatu hasil gambaran keadaan baik dari sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya ekonomi, dan sumber daya sosial yang ada.
Kegiatan identifikasi ini dilakukan dengan pertemuan pelaksanaan PRA (participatory rural appraisal).
Participatory Rural Appraisal (PRA) adalah penilaian/pengkajian/penelitiaan keadaan desa secara partisipatif. Maka dari itu, metode PRA adalah cara yang digunakan dalam melakukan pengkajian/penilaian/penelitian untuk memahami keadaa atau kondisi desa/wilayah/lokalitas tertentu dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Robert Chambers adalah orang yang mengembangkan metode PRA, menyatakan bahwa metode dan teknik dalam PRA terus berkembang, sehingga sangat sulit untuk memberikan definisi final tentang PRA. Menurutnya PRA merupakan metode dan pendekatan pembelajaran mengenai kondisi dan kehidupan desa/wilayah/lokalitas dari, dengan dan oleh masyarakat sendiri dengan catatan :
(1) Pengertian belajar, meliputi kegiatan menganalisis, merancang dan bertindak;
(2) PRA lebih cocok disebut metode-metode atau pendekatan-pendekatan (bersifat jamak) daripada metode dan pendekatan (bersifat tunggal); dan
(3) PRA memiliki beberapa teknik yang bisa kita pilih, sifatnya selalu terbuka untuk menerima cara-cara dan metode-metode baru yang dianggap cocok.

Jadi pengertian PRA adalah sekumpulan pendekatan dan metode yang mendorong masyarakat di suatu desa/wilayah/lokalitas untuk turut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dan kondisi mereka sendiri agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan.
pelaksanaan PRA dilakukan dengan peserta 25 orang dan dibagi menjadi 5 kelompok, masing - masing kelompok terdiri dari 5 orang dengan cara menyusun instrumen PRA Antara lain membuat Peta potensi Sumber daya, transek, diagram venn, kalender musim, dan lain - lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar