pranoto mongso

Jumat, 25 Juni 2010

Pemanfaatan Limbah Ternak





PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK

Limbah ternak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, tetapi bila dikelola dengan baik dapat mengurangi pencemaran, Selain menyehatkan lingkungan, keunggulan lain dari pupuk organik ini adalah dapat membantu revitalisasi produktivitas tanah, menekan biaya usaha tani, serta meningkatkan kualitas produk.
Salah satu pengolahan limbah ternak antara lain diolah sebagai BRS ( BAKTERI RUMEN SAPI ) yaitu sejenis bioaktivator untuk pengomposan yang hampir sama dengan EM4 atau sejenisnya. EM4 dapat anda beli di toko-toko pertanian. Atau anda dapat membuatnya sendiri, ini cara pembuatannya.

Bahan :
• Air 7 - 10 liter
• Bekatul halus 2 kg
• Tetes 1 liter
• Rumen sapi / domba 5 kg

Alat :
• Ember
• Pengaduk
• Panci pemasak air
• Botol penyimpan
• Saringan (dari kain atau kawat kasa)
• Plastik penutup
• Tali elastis ( karet ban )

Cara membuat :
• Panaskan air sumur sampai mendidih kemudian dinginkan.
• Kukus bekatul selama ½ jam kemudian dinginkan.
• Masukkan air dalam ember ditambah bekatul lalu aduk hingga rata kira – kira 10 menit.
• Masukkan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu),
• Masukkan rumen sapi dalam ember dan diaduk hingga campuran rata. Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 5 - 7 hari.
• Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit.
• Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara).
• Tanda – tanda campuran berhasil bila ada endapan putih / gumpalan.

Cara panen :
• Ambil bakteri indukan yang sudah mengendap sebanyak 5 liter selanjutnya dipisahkan dari ampasnya, kemudian masukkan botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini.

( Fermentasi Urin Sapi )

Feronsa merupakan hasil pengolahan urin sapi sehingga dapat dipakai langsung untuk pupuk ataupun kompos. Dapat juga dipakai sebagai pestisida.
Alat yang dibutuhkan hampir sama dengan BRS,
Sedangkan bahan yang dibutuhkan adalah :
• Urine sapi 100 liter
• Tetes 5 liter
• BRS /EM4/ sejenisnya5 liter
• Bekatul halus 2 kg
• Kapur barus 1 kg
• Bumbu masak 1 kg
• Empon – empon 5 kg
• Susu murni 5 liter
• Pupus Daun resede 2 kg

Cara pembuatan :
• Empon – empon dihancurkan, kapur barus, dedaunan, dan bahan lain ditumbuk sampai halus.
• Seluruh Bahan – bahan tadi dicampur sampai rata dalam ember.
• Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung. Setelah 21 hari dibuka tanpa diaduk.
• Kemudian disaring dan masukkan dalam botol.
Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja.
Cara penggunaan :
Penggunaan untuk pupuk cair dengan cara di semprot, dengan dosis ¼ gelas per tangki, apabila di kocor dilakukan dengan dosis ¼ gelas per 10-15 lt kemudian diambil 1 gelas pertanaman.

Selamat mencoba & Semoga Berhasil

===WDitut===

Tidak ada komentar:

Posting Komentar